Membaca dapat dikatakan sebagai salah satu kegiatan penting dalam mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Bahkan mungkin melalui kegiatan inilah semua ilmu dapat diserap sempurna oleh sebagian besar orang. Orang membaca sesuatu bertujuan untuk memahami sesuatu yang dibaca tersebut. Oleh karena itu, ada pembelajaran membaca pemahaman di sekolah menengah.
Meninjau dari sudut pemahaman bahasa, Matlin (dalam Rokhim dan Abdullah, 2000:1) mengatakan proses pemahaman berlaku apabila seseorang itu menggunakan seluruh pengetahuannya tentang bunyi, perkataan, peraturan bahasa, dan pengetahuan tentang alam sekelilingnya untuk memberi makna terhadap sesuatu himpunan bunyi bahasa yang didengarinya. Selain itu, pemahaman juga dikatakan berkait rapat dengan pengalaman dan pengetahuan yang sedia ada pada kanak-kanak kerana pengalaman dan pengetahuan itu diharap akan dapat menolong murid-murid memberi gerak balas terhadap buku atau bahan bacaan yang dibaca oleh mereka (Rohani dalam Rokhim dan Abdullah, 2000:2).
Membaca pemahaman, untuk lebih mudahnya, dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk memahami sesuatu dengan cara membacanya. Kepahaman membaca adalah satu proses yang kompleks bagi mendapatkan intisari dari apa yang dibaca (Morsberg dan Shima), dan dilihat sebagai satu operasi mental yang melibatkan satu sistem pengolahan tingkah laku linguistik, psikologi, dan pengamatan. Wittrock mengatakan kefahaman sebagai satu proses ketika pembaca membina hubungan di antara perkataan dan kalimat yang terdapat dalam petikan, dan di antara petikan dan asas pengetahuan mereka untuk membina struktur yang munasabah bagi petikan tersebut. Heilman, Blair, dan Rupley menekankan bahwa membaca merupakan proses pembentukan makna bahan bertulis dan mengaitkannya dengan pengetahuan dan pengalaman pembaca. Oleh karena itu, jelaslah bahwa pengetahuan sedia ada yang dimiliki oleh pembaca akan memudahkannya memaham bahan yang dibaca (dalam Rokhim dan Abdullah, 2000:3).
Pembelajaran membaca bukan sekadar mengajarkan bagaimana cara membaca, melainkan juga memberikan pemahaman tentang isi bacaan. Pembelajaran membaca pemahaman adalah titik tolak memberikan ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan didapat selain dari orang lain, juga dari membaca. Oleh karena itu, pembelajaran membaca pemahaman merupakan pembelajaran yang harus benar-benar diperhatikan, baik dalam proses pembelajarannya maupun dalam pemilihan bahan ajarnya.