Sekapur Sirih

Selamat datang di Cerita Kehidupan...
Terima kasih telah mengunjungi saya di sini...
Blog ini berisi catatan-catatankecil saya, tulisan-tulisan saya selama ini, baik berupa tulisan fiksi, nonfiksi, atau pun hanya catatan ringan..
Sebelum membuka blog ini lebih jauh, Anda diharapkan:
1. Jangan meng-copypaste tulisan di blog ini tanpa menyertakan link alamat blog ini http://ceritahidupdaning.blogspot.com seperti saya juga akan menyertakan link blog yang saya copypaste jika saya meng-copypaste tulisan orang lain
2. Menghargai tulisan-tulisan di blog ini adalah hasil karya seseorang yang dibuat sepenuh hati
3. Berilah komentar dengan hati nurani dan jujur agar saya bisa lebih baik dalam menulis di blog ini
Demikian, terima kasih telah meluangkan waktu membaca catatan kecil saya....

Jumat, 14 Oktober 2011

Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Wacana di Harian Solo Pos

Judul wacana  : Temperante tak akan berhenti berproses
Sumber            : Harian Solo Pos edisi tanggal 7 Januari 2007

Analisis kesalahan berbahasa :
1.      Penulisan judul
Ø  Tidak semua huruf pertama kata dalam judul menggunakan huruf kapital, hanya huruf pertama kata pertama saja yang menggunakan huruf kapital. Seharusnya huruf pertama semua kata adalah huruf kapital. Jadi, judul seharusnya ditulis seperti di bawah ini:
Temperante Tak Akan Berhenti Berproses
Ø  Judul agak membingungkan. Jika tidak mengenal kelompok musik Temperante, pembaca akan bertanya-tanya Temperante itu apa atau siapa.
2.      Kesalahan pada parargraf pertama.
Ø  Pemakaian kata yang agak janggal pada kalimat kedua, yaitu ‘Hal ini juga pernah dialami oleh kelompok musik Temperante yang kini, sepertinya, telah menemukan format yang paling pas’. Kalimat tersebut dapat diperbaiki sebagai berikut:
Hal ini juga pernah dialami oleh kelompok musik Temperante yang sepertinya kini telah menemukan format yang paling pas.
Ø  Kata ‘kini’ yang berlebihan pada kalimat ketiga sebaiknya dihilangkan karena telah dfisebutkan pada kalimat sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pemborosan kata.

3.      Kesalahan pada paragraf kedua.
Ø  Penulisan konjungsi koordinatif ‘tetapi’ ditulis dalam satu kalimat dengan didahului tanda koma. Dalam paragraf ini, konjungsi ‘tapi’ digunakan sebagai awal kalimat. Kalimat tersebut seharusnya menjadi satu kesatuan dengan kalimat sebelumnya :
Namun, dalam perjalanannya, kami sempat berpindah aliran ke combo, tetapi sekarang kami lagi ke jalur perkusi.
Ø  Kalimat tersebut masih harus diperbaiki karena adanya penggunaan dua konjungsi perlawanan dalam satu kalimat. Selain itu, kata ‘kami’ yang kedua dapat dihilangkan untuk menghemat kata dan tanpa kat tersebut isi kalimat sudah jelas. Kalimat tersebut dapat diubah menjadi:
Dalam perjalanannya, kami sempat berpindah aliran ke combo, tetapi sekarang kembali lagi ke jalur perkusi.
Ø  Pemakaian pronomina –nya sebagai pengganti kelompok musik Temperante juga tidak tepat karena yang berbicara adalah anggota kelompok musik tersebut. Pronomina –nya dalam kalimat ini lebih baik dihilangkan. Kalimat tersebut dapat diubah menjadi:
Dalam perjalanan, kami sempat berpindah aliran ke combo, tetapi sekarang kembali lagi ke jalur perkusi.
4.      Kesalahan pada paragraf ketiga.
Ø  Dalam kalimat kedua paragraf ketiga, ada dua kesalahan penulisan, yaitu tidak ada tanda koma setelah frase ‘Menurut Priyo’ dan penulisan kata ‘pecinta’. ‘Pecinta’ bukanlah penulisan yang benar untuk menunjukkan ‘orang yang mencintai’. Seharusnya penulisannya adalah ‘pencinta’. Kalimat tersebut seharusnya menjadi:
Menurut Priyo, pertimbangan Temperante kembali ke perkusi lantaran lingkup pencinta perkusi masih kecil.
Ø  Kesalahan penulisan kata ‘pencinta’ juga ada dalam kalimat terakhir. Kalimat tersebut seharusnya:
Tujuan dimasukkannya unsure pop adalah supaya lebih mudah dimengerti oleh pencinta musik.
5.      Kesalahan pada paragraf keempat.
Ø  Penggunaan konjungsi subordinatif ‘melainkan’ salah. Klausa yang menggunakan konjungsi subordinatif tidak boleh berdiri sendiri karena merupakan anak kalimat atau klausa bawahan. Anak kalimat atau klausa bawahan harus mengikuti atau diikuti induk kalimat atau klausa induk. Jika diikuti induk kalimat, anak kalimat dan induk kalimat harus dipisahkan dengan tanda koma. Jadi, kalimat pertama dan kalimat kedua paragraf empat seharusnya digabung menjadi:
Dalam bermusik, kami tidak bisa berhenti pada satu titik saja melainkan terus berproses agar mencapai format yang pas.
Ø  Kalimat ketiga dapat dipisah menjadi dua kalimat pendek agar mudah dipahami. Kata ‘personil’ dalam kalimat ini tidak tepat. Seharusnya ditulis ‘personel’. Selain itu, pada kalimat kedua setelah dipisahkan ditambahkan kata ‘hal’. Kalimat tersebut dapat menjadi:
Terlebih lagi para personel Temperante berasal dari berbagai macam latar belakang. Hal ini justru menjadi kelebihan bagi Temperante.
Ø  Penempatan konjungsi subordinatif ‘karena’ dalam kalimat trerakhir paragraf keempat tidak tepat. Tanpa adanya konjunsi ‘karena’, kalimat ini dapat berdiri sendiri dan isinya dapat dipahami. Selain itu, frase ‘dengan adanya’ sebaiknya dihilangkan saja. Tentu saja tanda koma juga dihilangkan. Kalimat tesebut diubah menjadi:
Perbedaan ini justru bisa membuat musik Temperante lebih berwarna.
6.      Kesalahan pada paragraf keenam.
Ø  Kalimat terakhir paragraf keenam tidak jelas isinya. Mungkin ada kesalahan penyuntingan dalam penulisan wacana ini sehingga ada kalimat yang terpotong. Padahal yang terpotong itu adalah bagian yang penting dan menjadi induk kalimat. Kalimat yang mungkin terpotong tersebut adalah:
Dengan sejumlah kelebihan itu, Priyo yakin Temperante yang pernah terlibat dalam pembuatan soundtrack untuk sinetron.
Ø  Tidak tampak apa keyakinan Priyo tentang Temperante. Dalam kalimat tersebut. Pembaca akan bertanya-tanya apa isi bagian yang tidak tercantum dan membuat kalimat tersebut janggal.



Analisis Kesalahan Berbahasa Wacana Tulis

Mata kuliah           : Analisis Kesalahan Berbahasa
Dosen pengampu  : Drs. Suparyanto












Disusun oleh:
1. Sri Wahyuni          2101404009
2. Daning Wahyu R. 2101404019
3. Sholikhatun I.       2101404028
PBSI 6 A REGULER


FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar